About

Photobucket





28 Januari, 2011

Materi Panjat Tebing -Mapala Wamadika-


(Untuk lebih lengkapnya silahkan mendownload, dengan cara meng-click "Materi Panjat Tebing" ini)
SalamOnSight

Panjat tebing merupakan salah satu kegiatan petualangan yang banyak digemari oleh kaum muda. Kegiatan ini banyak mengajarkan kepada kita nilai – nilai tertentu yang sangat berguna bagi perkembangan emosional inteligen manusia.
Kerjasama, komunikasi yang efektif, kebersamaan dan persaudaraan banyak memberikan kontribusi dalam membangun diri jiwa manusia dimanapun berada. Nilai-nilai inilah yang harus diresapi dan dihayati oleh kaum muda penggiat dan pelaku kegiatan panjat tebing.
Dari hal di atas hal-hal teknis yang banyak diuraikan dalam tulisan ini menuntut kedisiplinan pribadi untuk mewujudkan suatu kegiatan panjat tebing yang lebih aman, baik dan benar.
Dalam perkembangannya panjat tebing telah merambah pada banyak hal antara lain: kegiatan petualangan, olahraga prestasi, hobi dan pendidikan.
Besar harapan kita semua untuk dapat membuat dunia panjat tebing lebih dikenal masyarakat umum.

CIKAL BAKAL PANJAT TEBING.

Panjat tebing sebenarnya sudah dikenal sejak sebelum jaman Perang Dunia I, terutama oleh kalangan militer. Namun dalam hal perkembangannya kegiatan ini menjadi digemari oleh masyarakat umum. Sebagai contoh ilustrasi dalam film “Seven Years In Tibet”. Salah satu film Brad Pitt yang mengupas petualangannya di Himalaya saat perang dunia ke-2, kemudian ada “Cliff Hanger” yang dilakonin oleh Silvester Stalon dan yang masih segar dalam ingatan kita tentu saja “Vertical Limit”.
Kegiatan panjat tebing mulai dikenal pertama kali di kawasan Eropa, tepatnya pegunungan Alpen, sebelum perang dunia pertama di negara Austria. Sekitar tahun 1910, penggunaan alat dalam panjat tebing mulai diperkenalkan, seperti karabiner dan piton yang terbuat dari baja. Itupun hanya digunakan untuk menuruni tebing. Semenjak itulah para pendaki dari Austria dan Jerman mulai mengembangkan  dan alat-alat baru dalam kegiatan ini.
Ketika sebelum perang dunia meletus di Inggris, kegiatan ini mulai banyak dipelajari meskipun ketinggalan jauh dengan Jerman. Di  negara ini penggunaan piton dibatasi dengan alasan agar tidak merusak lingkungan atau cacat batuan. Selain itu juga dikembangkan panjat tebing sebagai suatu olahraga tersendiri, kemudian diikuti oleh Amerika dan selanjutnya oleh negara-negara Eropa lainnya.  pemanjatan tebing dengan menggunakan tali baru dikenalkan pada tahun 1920.
Tahun 1930 adalah tahun keemasan pemanjat dikawasan Alpen. Mulai dari tebing kecil, menengah hingga puncak-puncak tertinggi. Klimaksnya pada saat perang dunia kedua meletus. Perang dunia menyebabkan frekuensi kegiatan memanjat menurun, akan tetapi setelah perang dunia berakhir membawa pengaruh pesat pada penciptaan dan pengadaan peralatan panjat tebing semakin mudah didapatkan.
Perubahan yang drastis terjadi pada tahun 1970, ketika para pemanjat Amerika mengembangkan - baru di kawasan Yosmite. Dan - itu sampai sekarang masih digunakan dalam pemanjatan tebing-tebing. Rata-rata yang mendominasi pengembangan dunia olahraga ini adalah pemanjat Amerika dan Inggris yang kemudian menggunakan sistem dan  yang sama, yang sebelumnya terkotak-kotak menurut negaranya masing-masing. Selain itu juga turun berperan dalam pengembangan kegiatan ini adalah negara Perancis yang menawarkan  pemanjatan yang mengarah pada olahraga murni.
Memasuki tahun 1980 perkembangan panjat tebing semakin menunjukan identitasnya, pada setiap negara di dunia mulai dari Eropa, Amerika hingga Asia sudah banyak mengenal olahraga ini. Dan seiring perkembangan jaman akhirnya panjat tebing terlepas dari induknya (mendaki gunung) dan membentuk wujudnya sendiri yaitu olahraga panjat tebing yang kita kenal sekarang ini dengan berbagai kompleksitasnya.
Di Indonesia sebenarnya kegiatan panjat tebing sudah dikenal sejak tahun 60’an dimana berdiri beberapa perkumpulan/kelompok Pecinta Alam Universitas Indonesia dan Wanadri yang mempunyai akar kegiatan mendaki gunung. Namun kegiatan panjat tebing secara utuh dan tersendiri baru dikenal pada tahun 1975. Waktu itu beberapa orang yang sekarang dianggap sebagai Tonggak Kebangkitan Panjat Tebing dio Indonesia antara lain Harry Suliztiarto, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu dan Dedi Hikmat mulai latihan di tebing Citatah, Jawa Barat.
Pada tahun 1989 Kantor Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) mengundang tiga orang pemanjat profesional asal perancis yaitu Patrick Bernhault, Jean Baptise Tribout dan Corrine Lebrune dan seseorang instructureTeknis Panjat Tebing Jean Harau yang kemudian memunculkan inspirasi untuk mendirikan Federasi Panjat Tebing Gunung Indonesia (FPTGI)  dan melalui ikrar yang dikeluarkan oleh sekitar 40-an orang dari perkumpulan pecinta alam yang ada di Jakarta, Bandung, Padang, Medan, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Ujung Pandang di Tugu Monas pada tanggal 21 April 1988. Dikemudian hari FPTGI berubah nama menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan pada tahun 1992 FPTI diakui menjadi anggota Union International des Associations d’Alpinisme (UIAA) yang mewadahi organisai panjat tebing dan gunung internasional. UIAA sendiri merupakan salah satu anggota Internasional Olympic Committee (IOC) yaitu organisasi olahraga dunia yang bertanggung jawab pada semua kegiatan olahraga dunia termasuk kegiatan Olimpiade, sehingga tidak menutup kemungkinan nanti panjat tebing menjadi satu mata lomba  di Olimpiade.
Secara nasional pada tahun 1994 FPTI diakui secara resmi sebagai induk olahraga panjat tebing oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan diikutkan dalam event 4 tahunan Pekan Olahraga Nasional sejak tahun 1996.

DASAR PANJAT TEBING
            Pada awalnya panjat tebing adalah bagian dari mendaki gunung yang terdiri dari hiking, Hill Walking, Scrambling, Rock Climbing, dan Rock Ice Climbing. Pada prinsipnya panjat tebing adalah menaiki, memanjat,  mendaki sebuah batuan atau tebing menggunakan seluruh anggota tubuh dan memanfaatkan cacat batuan berupa celah, tonjolan, rekahan menggunakan  tertentu baik dibantu/tidak dibantu dengan peralatan khusus untuk menggapai ketinggian.
Secara umum keberhasilan pemanjatan tebing harus didukung oleh 3 faktor utama, yaitu :
1.     Teknik Pemanjatan(Climbing Technique)
Ø      Three point contact(3 titik kontak)
Mempertahankan posisi di tebing dengan 2 tangan 1 kaki atau 1 tangan 2 kaki, dengan cara ini kamu dapat meminimalkan tenaga.
Ø      Usahakan tangan selalu lurus.
Saat meraih pegangan setinggi apapun segera jatuhkan badan dengan menekuk kedua lutut dan meluruskan tangan, jika siku terus-terusan dibengkokkan maka dijamin tenaga ditangan akan cepat terkuras. Dengan tangan lurus sebagian beban tubuh di topang oleh otot bahu dan dada jadi lebih sedikit ringan. 
Ø      Memanjat dengan kaki dan bukan tangan.
Kaki kita pasti memiliki tenaga lebih kuat dari tangan, perbanyak mendorong vertikal dengan kaki bukan menarik dengan tangan.

2.     Kekuatan Fisik(Energetic/Power)
Dapat  dibantu dengan  latihan yang fisik lain conoh : pemanasan,  lari, pull up, sit up, push up dan banyak lainnya.
3.     Dukungan Emosi(Physycologist Support)
Konsentrasi harus benar-benar dilakukan dalam kegiatan pemanjatan, terutama untuk seorang leader dan belayer. Perlu di perhatikan juga hal-hal yang mengganggu konsentrasi seperti, menggampangkan, lapar dan lain-lain.

PERALATAN PEMANJATAN
            Peralatan panjat tebing sekarang ini berkembang dengan cepat. Banyak sekali macam peralatan dengan berbagai  pemasangannya yang mampu menjamin keselamatan seorang pemanjat. Standarisasi peralatan panjat tebing dikeluarkan oleh UIAA (Union Internationale de alpinis Ascociation). Namun demikian keselamatan seorang pemanjat tidak hanya di jamin dari peralatan yang modern/canggih terbaru tetapi harus didukung  dengan berbagai hal antara lain :
a)    Prosedur pemasangan peralatan yang benar.
b)    Prosedur pemanjatan yang benar.
c)    Tekhnik pemanjatan yang benar.
d)    Kedisiplinan pribadi.

Berdasarkan peralatan yang di gunakan, panjat tebing di bagi menjadi 2 (dua) macam yaitu :
1.     Free climbing
Pemanjatan tebing dengan menggunakan dan memanfaatkan peralatan sepenuhmya hanya sebagai pengaman pemanjatan bukan untuk membantu menambah ketinggian.
1.     Atificial Climbing
Pemanjatan tebing dengan menggunakan dan memanfaatkan peralatan sepenuhnya dipergunakan sebagai pengaman dan untuk menambah ketinggian si pemanjat.

Macam-macam Peralatan yang di gunakan dalam kegiatan panjat tebing.
·        Tali Kernmantel
Ukuran tali yang digunakan bermacam-macam mulai dari 9 mm – 11 mm  yang terdiri dari dua macam, tali Dinamis dan tali Statis.
·        Carrabiner
·        Hardness
·        Sepatu Panjat
·        Belay Devices
·        Webbing
·        Sling, Runner.
·        Ascendeur
·        Descendeur
·        Prusik
·        Cowstail
·        Hammer(Palu)
·        Hand driil
·        Chalkbag dan bubuk magnesium
·        Helm Pengaman
·        Etrier/Stirrup/Tangga
·        Chock
·        Sky Hook
·        Peralatan pengamanan
Peralatan yang di pasang oleh pemanjatan dalam suatu jalur pemanjatan untuk mengamankan pemanjat apabila terjatuh. Terdapat dua jenis pengaman antara lain :
§         Pengaman dari alam(Natural Anchor)
Pengaman yang dibuat memanfaatkan cacat batuan dan sumber daya alam seperti akar, lubang tembus, tonjolan batu, jejalan batu pada celah(chock stone).
§         Pengaman buatan(Artificial Anchor)
Menggunakan bantuan peralatan lain baik dengan cara menjejalkan, memaku pada celah batuan atau mengebor. Pemanjat harus yakin terhadap pengaman yang dipasang dengan terlebih dahulu mencoba membebaninya.
Macam-macam peralatan yang bisa di gunakan untuk membuat pengaman buatan :
ü   Piton/Pasak
ü   Friend /Nuts
ü   Bolt dan Hanger
 ....................
..................
..................
..................
..................

(Untuk lebih lengkapnya silahkan mendownload, dengan cara meng-click "Materi Panjat Tebing" ini)



0 komentar:

Posting Komentar

silahkan yang ingin ngobrol atau berkomentar disini :

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More